TUGAS JURNAL SKRIPSI
Nama : Gholamreza Aqajade
NIM : 5115125362
Prodi : Pendidikan Teknik Elektro
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
STUDI TENTANG STANDAR KUALIFIKASI
GURU PRODUKTIF BIDANG STUDI KEAHLIAN TEKNOLOGI DAN REKAYASA PROGRAM STUDI
KEAHLIAN TEKNIK KETENAGALISTRIKAN WILAYAH JAKARTA PUSAT
Mohamad Riyadi
Alumni 2011
Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektro
Mufti Ma’sum
Dosen fakultas teknik universitas negeri Jakarta (pembimbing I)
Daryanto
Dosen fakultas teknik universitas negeri Jakarta (pembimbing II)
Gholamreza Aqajade
5115125362
Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektro
The
study of the qualification standards of productive teachers in technological
expertise and engineering studies courses of electrification. The purpose of
this study was to determine the qualifications of teachers and electrification
techniques and determine the level of teacher expertise productive technical
suitability of electricity by spectrum expertise on vocational Education
Vocational High School in central Jakarta, which has electric ppower
engineering courses with a descriptive qualitative method is expected to
describe and determine productive teacher expertise of concordance rate
electricity engineering.
Kata Kunci:
Standar Nasional Pendidikan, KTSP Spectrum 2008, Kesesuaian Guru.
Seperti
yang di ketahui salah satu tujuan Negara Indonesia adalah mencerdaskan
kehidupan bangsa. Mencerdaskan kehidupan bangsa di sini berarti memberikan
kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh generasi bangsa untuk mengenyam
pendidikan demi menjadi bangsa yang cerdas.
Untuk
mencapai tujuan tersebut dan menghadapi era globalisi, maka di perlukan suatu
upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Upaya meningkaykan lualitas pendidikam
ini merupakan usaha yang penting bagi masa depan generasi muda agar mampu berperan aktif dalam
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa upaya peningkatan
kualitas pendidikan ini telah dilakukan direktorat pembinaan sekolah menengah
kejuruan anatara lain peningkatan SDM,
perbaikan sarana dan prasarana, kurikulum dan pengembangan lainya.
Pendidikan
kejuruan memiliki multifungsi yang jika dilaksanakan dengan baik akan
berkontribusi besar dalam tahap pencapaian pembangunan nasional. Fungsi-fungsi
tersebut antara lain (1) sosialisai, yaitu transmisi nilai-nilai yang berlaku
serta norma-normanya sebagai bukti nyata dari
nilai-nilai tersebut.(2) kontrol social, yaitu control perilaku agar
sesuai dengan norma-normanya. (3) seleksi dan alokasi, yaitu mempersiapkan,
memilih dan menempatkan calon tenaga kerja sesuai dengan tanda-tanda pasar
kerja. (4) asimilasi dan konversi budaya, yaitu absorbsi terhadap
kelompok-kelompok lain dalam masyarakat, serta memelihara kesatuan dan
persatuan budaya. (5) mempromosikan perubahan demi perbaikan, yaitu pendidikan
tidak sekedar berfungsi mengajarkan apa yang ada, tetapi harus berfungsi
sebagai pendorong perubahan.
Dalam
pengembangan kurikulum di SMK yang diterapkan pada tiapsatuan pendidikan jelas
beda antara sekolah yang satu dengan sekolah lainya hal itu di dasari pada
karakteristik, kebutuhan daerah, budaya, adat istiadat, status ekonomi,
perkembangan daerah, dan kemampuan sekolah itu sendiri. Namun terjadi perubahan
dalam kurikulum berdasarkan keputusan Dirjen Mandikdasmen tentang spectrum
keahlian yang terdiri dari kompetensi kerja yang harus di penuhi oleh peserta
didik. Kompetensi kerja yang dimaksud tergambar pada standar kompetensi dan
kompetensi dasar yang tercantum pada mata pelajaran kelompok produktif yang
terdapat pada struktur kurikulum SMK. Keputusan Dirjen Mandikdasmen diertai
pula dengan munculnya standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk setiap
kompetensi keahlian yang merupakan standar isi mata pelajaran kejuruan pada
program produktif.
Pengertian Pendidikan
Definisi
pendidikan dalam arti luas adalah hidup. Pendidikan adalah segala pengalaman
belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup.
Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu.
Pendidikan berlangsung seumur hidup selama ada pengaruh pendidikan yang
berlangsung dari lingkungan hidup, baik khusus yang di ciptakan untuk
kepentingan pendidikan maupun yang ada dengan sendirinya.
Definisi
pendidikan dalam arti sempit adalah sekolah. Pendidikan adalah pengajaran yang
diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Masa pendidikan
berlangsung dalam waktu terbatas, yaitu masa anak dan masa remaja. Pendididkna
berlangsung dalam ruang lingkup pendidikan yang diciptakan khusus yang
menyelenggarakan pendidikan. Secara teknis pendidikan berlangsung di kelas. Isi
pendidikan tersusun secara terprogram di dalam kurikulum. Kegiatan pendidikan
lebih berorientasi pada kegiatan guru sehingga guru mempunyai peranan yang
sentral dan menentukan.
Pendididkan
dapat berbentuk pendidikan formal, pendidikan informal, dan pendidikan
nonformal. Kegitan pendidikan dapat berbentuk bimbingan, pengajaran, atau
latihan. pendidikan selalu merupakan usaha sadar yang tercangkup di dalam usaha
pengelolaan pendidikan, serta usaha melaksanakan kegiatan pendidikan. Kegiatan
pendidikan terbentuk kegiatan belajar mengajar. Tujuan pendidikan adalah
sebagai dari tujuan hidup yang bersifat menunjang terhadap pencapaian
tujuan-tujuan hidup. (redja,2008:1-12)
Pengertian Kualifikasi Guru
Kualifikasi
guru adalah tingkat kesesuaian guru dalam memenuhi kriteria-kriteria tertentu
yang telah di tetapkan dan diatur oleh pemerintah. Sedangkan kompetensi adalah
seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki,
dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas
keprofesional. (pp RI 2008 pasal 3 ayat1)
Secara
singkat, guru yang berkualifikasi adalah yang memenuhi standar pendidik,
menguasai materi pelajaran yang sesuai dengan standar isi (KTSP spectrum).
Tujuan Penerapan Standar Kualifikasi
Guru
Dalam
menyiapkan tenaga lulusan SMK yang siap kerja, cerdas, terampil, dan
kompetitif, salah satu hal yang ditekankan adalah tenaga pengajar yang
mempunyai standar yang memadai sesuai dengan undang undang RI no 14 tahun 2005
tentang guru dan dosen juga dipertegas
dengan peraturan Mendiknas tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi
guru.
Penerapan
standar kualifikasi guru di maksudkan agar pada saat proses pengajaran guru
dapat menjadi fasilitator yang mempunyai kualifikasi akademik dan kompetensi
professional serta kompetensi pedagogik sehingga berdampak pada lulusan SMK
yang betul-betul siap kerja dengan keterampilan yang diandalkan.
Standar Nasional Pendidikan
Berdasarkan
undang undang No. 20 Tahun 2003 pasal 35 ayat (1) yang menyatakan “standar
nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan,
tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiyaan, dan
penilaian pendidikan yang harus di tingkatkan secara berencana dan
berkala.” dan di ayat (2) menguatkan
bahwa “standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan
kurikulum, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan
pembiyaan.” Karena berfungsi sebagai acuan, maka sekolah yang telah menerapkan
KTSP wajib mengacu pada standar nasional pendidikan.
Tujuan KTSP SMK Spectrum 2008
Spectrum
keahlian pendidikan menengah kejuruan memuat bidang keahlian, program studi,
kompetensi keahlian, dan deskripsi setiap kompetensi kehlian. Spectrum ini
merupakan acuan dalam menyelenggarakan bidang studi atau program studi dan
kompetensi keahlian di SMK. Dalam kurikulum SMK ini memiliki harapan memberikan
potensi SMK untuk mandiri dan bertanggung jawab dalam mengembangkan program
pembelajaran yang sesuia dengan kondisi dan kebutuhansetempat dengan tetap
mengikuti standar yang telah di tetapkan secara nasional.
Gambar 1.1 bagan kerangka pemikiran
Metodologi Penelitian
Metodologi
penelitian yang di gunakan dalam mengkaji mengenai kesesuaian standar
kualifikasi guru mata pelajaran produktif teknik ketenagalistrikan menurut spectrum
keahlian pendidikan menengah kejuruan 2008 adalah metode kualitatif deskriptif
yaitu pengamatan, wawancara, atau penelaahan dokumen.
Terkait
dengan jenis penelitian tersebut, maka pendekatan penelitian bertumpu pada
pendekatan fenomenologi, yakni pandangan berfikir yang menekankan pada fokus
kepada pengalaman-pengalaman subjektif manusia. (lexy,2005:4) Dengan pendekatan
inilah bahwa kesesuaian standar kualifikasi guru mata pelajaran produktif
teknik ketenagalistrikan menurut Spectrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan
2008 di SMK bidang studi keahlian teknologi dan rekaya program studi keahlian
teknik ketenagalistrikan wilayah Jakarta pusat ini dapat dideskripsikan secara
teliti terlebih dahulu.
Prosedur Pengambilan Data
gambar 1.2. prosedur pengambilan
data
Dalam
penelitian ini, objek kajian yang di ambil dari guru-guru SMK yang ada di
Jakarta. Inilah daftar sekolah yang menjadi objek kajian penelitian;
1. SMK Negeri 1 Jakarta
2. SMK Negeri 34 Jakarta
3. SMK Muhammadiyah 1
4. SMK Kampung Jawa
5. SMK strada
6. SMK Taman Siswa 2
Deskripsi Data
Data Yang Diambil Mengenai Hal :
·
jumlah
sumber daya manusia guru mata pelajaran produktif
·
tingkat
pendidikan,
·
beban
mengajar,
·
kepemilikan
sertifikasi profesi
·
sertifikat
keahlian
·
sertifikat
nonkeahlian
Jumlah Sumber Daya Manusia Guru Mata
Pelajaran Produktif
Tabel 1.3 relevansi pendidikan guru
SMK mata pelajaran produktif teknik ketenagalistrikan di wilayah Jakarta pusat
No
|
Relevansi
pendidikan
|
Frekuensi
(f)
|
Prosentase
(%)
|
1.
|
Guru
lulusan teknik elektro
|
25
|
96
|
2.
|
Guru
lulusan bukan teknik elektro
|
1
|
4
|
|
jumlah
|
26
|
100
|
Dari
tabel 1.3 dapat disimpulkan bahwa jumlah guru mata pelajaran produktif teknik
ketenagalistrikan yang berasal dari lulusan pendidikan teknik elektro sebesar
96% dan guru yang mengajar mata pelajaran produktif teknik ketenagalistrikan
yang berasal bukan dari pendidikan teknik elektro sebesar 4%
Tingkat Pendidikan
Tabel 1.4 daftar frekuensi tingkat
pendidikan guru SMK mata pelajaran produktif listrik di wilayah Jakarta pusat
No
|
Tingkat
pendidikan
|
Frekuensi
(f)
|
Prosentase
(%)
|
1
|
STM
listrik
|
2
|
8
|
2
|
S1
pendidikan teknik elektro
|
21
|
80
|
3
|
S1
pendidikan nonteknik elektro
|
2
|
8
|
4
|
S2
|
1
|
4
|
|
jumlah
|
26
|
100
|
Dari
tabel 1.4 dapat disimpulkan bahwa guru yang mengajar mata pelajaran produktif listrik
yang ada di wilayah Jakarta pusat paling banyak atau sekitar 80% dari lulusan
S1 pendidikan teknik elektro.
Beban Mengajar
Tabel 1.5 bebean mengajra guru SMK
mata pelajaran produktif listrik di wilayah Jakarta pusat
No
|
Jumlah
hari
|
Frekuensi
(f)
|
Prosentase
(%)
|
1
|
Kurang
dari 4 hari
|
5
|
19
|
2
|
Lebih
dari 4 hari
|
21
|
81
|
|
Jumlah
|
26
|
100
|
Dari
dua puluh enam guru yang mengajar mata pelajaran produktif listrik, sebesar 19%
adalah guru yang mengajar kurang dari 4 hari dan 81% guru yang mengajar lebih
dari 4 hari.
Dari
hasil penelitian di dapat kan hasil secara umum yang di paparkan dalam tabel
1.6
Tabel 1.6 Tingkat Kesesuaian
Transkip Nilai Dan Sertfikat Keahlian secara umum dari seluruh aspek yang
terdapat pada mata pelajaran program studi teknik ketenagalistrikan berdasarkan
standar kompetensi spectrum 2008
STANDAR
KOMPETENSI KEJURUAN TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SPEKTRUM 2008
|
TINGKAT
KESESUAIAN KESELURUHAN RATA-RATA
|
1.
kompetensi kejuruan
teknik pembangkit tenaga listrik.
|
(BELUM SESUAI)
|
2.
kompetensi kejuruan
keahlian teknik distribusi tenaga listrik.
|
(BELUM SESUAI)
|
3.
kompetensi
kejuruan keahlian teknik transmisi tenaga lstrik.
|
(BELUM SESUAI)
|
4.
kompetensi
kejuruan keahlian teknik instalasi tenaga listrik.
|
(SESUAI)
|
5.
kompetensi
kejuruan keahlian teknik otomasi industri.
|
(BELUM SESUAI)
|
Pembahasan Hasil Penelitian Pada
Tiap Aspek
Relevansi Pendidikan
Dari
26 orang guru yang mengajar mata pelajaran prodiktif listrik di SMK wilayah
Jakarta pusat, 25 orang guru atau 96% mempunyai relevansi pendidikan yang
sesuai.
Beban Mengajar
Dari
26 guru yang mengajar mata pelajaran produktif listrik di SMK wilayah Jakarta
pusat, beban mengajar 8 orang guru termasuk kategori sedang dan 18 orang guru
termasuk dalam kategori tinggi.
Tingkat Kesesuaian Keahlian
Keahlian teknik pembangkit tenaga
listrik
Sebagian
kompetensi dasar dan standar kompetensi yang ada di kompetensi kejuruan program
studi keahlian teknik pembangkit tenaga listrik belum terbekali dengan baik.
Pengembangan keahlian guru terkait masih minimum sekali . hal ini di sebabkan
kompetensi keahlian yang ada memerlukan alat yang memadai seprti generator,
instrument-instrumen pembangkit seperti SCADA.
Keahlian teknik distribusi tenaga
listrik
Beberapa responden yang memeiliki bekal
pemenuhan keahlian teknik distribusi tenaga listrik secara langsung dari mata
kuliah pengukuran listrik, distribusi tegangan listrik dan instalasi tegangan.
Sebagian kompetensi kejuruan dalam program studi keahlian teknik distribusi
tegangan listrik belum terbekali dengan baik. Pengembangan keahlian guru
terkait pemenuhan komptensi keahlian minimum sekali. Hal ini disebabkan karena kompetensi
keahlian yang ada memerlukan praktek lapangan yang baik.
Keahlian teknik transmisi tenaga
listrik
Beberapa
responden sudah memiliki keterbekalan pada pendidikan tinngi. Tetapi pada
pengembangan keterampilan responden terkaiat pemenuhan mata kompetensi keahlian
masih minimum sekali. Hal ini disebabkan kompetensi keahlian ini memerlukan
keahlian praktek lapangan yang baik sementara sedikit sekali lembaga pelatihan
yeng memberikan kesempatan terkait dengan kompetensi keahlian teknik transmisi
tenaga listrik.
Kompetensi Teknik Instalasi Tenaga
Listrik
Pemenuhan
kompetensi yang ada pada spectrum kompetensi teknik instalasi listrik sudah
sangat baik. Hal ini dapat terlihat dari keterbekalan responden tersebut dalam
mata kuliah yang ada dalam program studi
teknik elektro arus kuat.
Keahlian Teknik Otomasi Industri
Pemenuhan
kompetensi keahlian dapat dilihat dari keterbekalan yang dimiliki para responden dalam mata kuliah teknik elektro arus kuat
maupun lembaga yang berlisensi. Ada beberapa responden yang memiliki
keterbekalan yang berasal dari pendidikan tinggi jurusan teknik elektro arus
lemah.
Seluruh Aspek
Semua
SMK yang mempunyai program studi keahlian teknik ketenagalistrikan membuka
kompetensi keahlian teknik instalasi tenaga listrik. Secara umum hanya
kompetensi keahlian teknik tenaga listrik di semua SMK terbilang memenuhi sepektrum
keahlian pendidikan. Padahal dalam spektrum keahlian pendidikan menengah
kejuruan, kompetensi keahlian pendidikan untuk program studi teknik
ketenagalistrikan bejumlah 5, yaitu :
·
teknik
pembangkit tenaga listrik.
·
teknik
distribusi tenaga listrik.
·
teknik
transmisi tenaga listrik.
·
teknik
instalasi tenaga listrik.
·
teknik
otomasi industri.
Hal
ini disebabkan oleh keterbatasan dalam menyiapkan alat-alat praktikum, maka
teknik instalasi tenaga listrik menjadi sangat populer di SMK teknologi dan
rekayasa tenaga program studi keahlian teknik ketenagalistrikan wilayah Jakarta
pusat.
kesimpulan
·
pemenuhan
keterbekalan keilmuan pada kompetensi keahlian yang ada di teknik
ketenagalistrikan kompetensi keahlian
teknik instalasi tenaga listrik sebesar 80% telah sesuai dengan keterbekalan
kompetensi keahlian yang didapat dari pendidikan tinggi atau pelatihan
berlisensi yang diikuti sebagian guru yang mengajar di wilayah Jakarta pusata.
·
Dalam
pemenuhan SK/SD spectrum keahlian di sekolah, memperhatikan kompetensi-kompetensi
yang ada sehingga keahlian yang terdapat dalam spectrum bias dapat berjaln
dengan pencapaian pemenuhan sudah terpenuhi.
·
Dalam
pelaksanaan KTSP spectrum pemerintah masih belum bias memberikan informasi
serta mefasilitasi para pengajar untuk bias mengembangkan keahlianya dalam
pemenuhan SK/SD yang terdapat dalam KTSP spectrum.
Saran
Ø hasil penelitian ini diharapkan bisa
menjadi masukan kepada pihak sekolah mengenai program studi keahlian
ketenagalistrikan.
Ø Perlu diadakanya kajian dan
pelatihan lebih lanjut tentang keahlian guru agar dapat memenuhi SK/SD tentang
program studi keahlian teknik ketenagalistrikan KTSP spectrum 2008 yang telah
ditetapkan sebelumnya.
Ø hasil penelitian bisa dijadikan
wacana bagi lembaga pendidik dan tenaga kependidikan (LPTK) khususnya program
studi teknik elektro dalam memberikan masukan kepada dunia pendidikan SMK
khususnya dalam bidang ketenagalistrikan.
Daftar Pustaka
Direktorat
Jendral Pendidikan Nasional.2009.Pedoman
Pelaksanaan Tugas Guru Dan Pengawas. Jakarta: Departemen Pendidikan
Nasional.
Fajri,
Zul Dan Ratu Aprilia.2003.Kamus Besar
Bahasa Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.
Moleong,
Lexy J.2004.Metodologi Penelitian
Kualitatif: Edisi Revisi.Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mudyaharjo,
Reza.2008.Pengantar Pendidikan : Sebuah
Studi Awal Tentang Dasar-Dasar Pendidikan Pada Umumnya Dan Pendidikan Di
Indonesia.Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Undang-Undang Guru Dan Dosen.2009.Bandung: Focus Media.