Gholam Pictures

Gholam Pictures

Gholam Pictures

Gholam Pictures

Posted by Unknown On 10.47
Nama  : Gholamreza Aqajade, NIM  : 5115125362, Prodi   : Pend. Teknik Elektro 2012

Untuk melihat, silahkan klik link dibawah ini:
Tugas E-learning kelompok 1 Evaluasi Jarimatika Gholamreza Aqajade 5115125362 Pend. Teknik Elektro NR 2012 


Posted by Unknown On 10.22


TUGAS JURNAL SKRIPSI



                                                          Nama           :  Gholamreza Aqajade
                                                          NIM              :  5115125362
                                                          Prodi            :  Pendidikan Teknik Elektro
                                                          Mata Kuliah  :  Bahasa Indonesia






STUDI TENTANG STANDAR KUALIFIKASI GURU PRODUKTIF BIDANG STUDI KEAHLIAN TEKNOLOGI DAN REKAYASA PROGRAM STUDI KEAHLIAN TEKNIK KETENAGALISTRIKAN WILAYAH JAKARTA PUSAT

Mohamad Riyadi
Alumni 2011
Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektro
 Mufti Ma’sum
Dosen fakultas teknik universitas negeri Jakarta (pembimbing I)
 Daryanto
Dosen fakultas teknik universitas negeri Jakarta (pembimbing II)

Gholamreza Aqajade
5115125362
Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektro

The study of the qualification standards of productive teachers in technological expertise and engineering studies courses of electrification. The purpose of this study was to determine the qualifications of teachers and electrification techniques and determine the level of teacher expertise productive technical suitability of electricity by spectrum expertise on vocational Education Vocational High School in central Jakarta, which has electric ppower engineering courses with a descriptive qualitative method is expected to describe and determine productive teacher expertise of concordance rate electricity engineering.
Kata Kunci: Standar Nasional Pendidikan, KTSP Spectrum 2008, Kesesuaian Guru.


Seperti yang di ketahui salah satu tujuan Negara Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Mencerdaskan kehidupan bangsa di sini berarti memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh generasi bangsa untuk mengenyam pendidikan demi menjadi bangsa yang cerdas.

Untuk mencapai tujuan tersebut dan menghadapi era globalisi, maka di perlukan suatu upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Upaya meningkaykan lualitas pendidikam ini merupakan usaha yang penting bagi masa depan  generasi muda agar mampu berperan aktif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa upaya peningkatan kualitas pendidikan ini telah dilakukan direktorat pembinaan sekolah menengah kejuruan anatara lain  peningkatan SDM, perbaikan sarana dan prasarana, kurikulum dan pengembangan lainya. 

Pendidikan kejuruan memiliki multifungsi yang jika dilaksanakan dengan baik akan berkontribusi besar dalam tahap pencapaian pembangunan nasional. Fungsi-fungsi tersebut antara lain (1) sosialisai, yaitu transmisi nilai-nilai yang berlaku serta norma-normanya sebagai bukti nyata dari  nilai-nilai tersebut.(2) kontrol social, yaitu control perilaku agar sesuai dengan norma-normanya. (3) seleksi dan alokasi, yaitu mempersiapkan, memilih dan menempatkan calon tenaga kerja sesuai dengan tanda-tanda pasar kerja. (4) asimilasi dan konversi budaya, yaitu absorbsi terhadap kelompok-kelompok lain dalam masyarakat, serta memelihara kesatuan dan persatuan budaya. (5) mempromosikan perubahan demi perbaikan, yaitu pendidikan tidak sekedar berfungsi mengajarkan apa yang ada, tetapi harus berfungsi sebagai pendorong perubahan.

Dalam pengembangan kurikulum di SMK yang diterapkan pada tiapsatuan pendidikan jelas beda antara sekolah yang satu dengan sekolah lainya hal itu di dasari pada karakteristik, kebutuhan daerah, budaya, adat istiadat, status ekonomi, perkembangan daerah, dan kemampuan sekolah itu sendiri. Namun terjadi perubahan dalam kurikulum berdasarkan keputusan Dirjen Mandikdasmen tentang spectrum keahlian yang terdiri dari kompetensi kerja yang harus di penuhi oleh peserta didik. Kompetensi kerja yang dimaksud tergambar pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang tercantum pada mata pelajaran kelompok produktif yang terdapat pada struktur kurikulum SMK. Keputusan Dirjen Mandikdasmen diertai pula dengan munculnya standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk setiap kompetensi keahlian yang merupakan standar isi mata pelajaran kejuruan pada program produktif.

Pengertian Pendidikan

Definisi pendidikan dalam arti luas adalah hidup. Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu. Pendidikan berlangsung seumur hidup selama ada pengaruh pendidikan yang berlangsung dari lingkungan hidup, baik khusus yang di ciptakan untuk kepentingan pendidikan maupun yang ada dengan sendirinya.

Definisi pendidikan dalam arti sempit adalah sekolah. Pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Masa pendidikan berlangsung dalam waktu terbatas, yaitu masa anak dan masa remaja. Pendididkna berlangsung dalam ruang lingkup pendidikan yang diciptakan khusus yang menyelenggarakan pendidikan. Secara teknis pendidikan berlangsung di kelas. Isi pendidikan tersusun secara terprogram di dalam kurikulum. Kegiatan pendidikan lebih berorientasi pada kegiatan guru sehingga guru mempunyai peranan yang sentral dan menentukan.

Pendididkan dapat berbentuk pendidikan formal, pendidikan informal, dan pendidikan nonformal. Kegitan pendidikan dapat berbentuk bimbingan, pengajaran, atau latihan. pendidikan selalu merupakan usaha sadar yang tercangkup di dalam usaha pengelolaan pendidikan, serta usaha melaksanakan kegiatan pendidikan. Kegiatan pendidikan terbentuk kegiatan belajar mengajar. Tujuan pendidikan adalah sebagai dari tujuan hidup yang bersifat menunjang terhadap pencapaian tujuan-tujuan hidup. (redja,2008:1-12)




Pengertian Kualifikasi Guru

Kualifikasi guru adalah tingkat kesesuaian guru dalam memenuhi kriteria-kriteria tertentu yang telah di tetapkan dan diatur oleh pemerintah. Sedangkan kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesional. (pp RI 2008 pasal 3 ayat1)

Secara singkat, guru yang berkualifikasi adalah yang memenuhi standar pendidik, menguasai materi pelajaran yang sesuai dengan standar isi (KTSP spectrum).

Tujuan Penerapan Standar Kualifikasi Guru

Dalam menyiapkan tenaga lulusan SMK yang siap kerja, cerdas, terampil, dan kompetitif, salah satu hal yang ditekankan adalah tenaga pengajar yang mempunyai standar yang memadai sesuai dengan undang undang RI no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen  juga dipertegas dengan peraturan Mendiknas tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru. 

Penerapan standar kualifikasi guru di maksudkan agar pada saat proses pengajaran guru dapat menjadi fasilitator yang mempunyai kualifikasi akademik dan kompetensi professional serta kompetensi pedagogik sehingga berdampak pada lulusan SMK yang betul-betul siap kerja dengan keterampilan yang diandalkan.

Standar Nasional Pendidikan

Berdasarkan undang undang No. 20 Tahun 2003 pasal 35 ayat (1) yang menyatakan “standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiyaan, dan penilaian pendidikan yang harus di tingkatkan secara berencana dan berkala.”  dan di ayat (2) menguatkan bahwa “standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiyaan.” Karena berfungsi sebagai acuan, maka sekolah yang telah menerapkan KTSP wajib mengacu pada standar nasional pendidikan.

Tujuan KTSP SMK Spectrum 2008

Spectrum keahlian pendidikan menengah kejuruan memuat bidang keahlian, program studi, kompetensi keahlian, dan deskripsi setiap kompetensi kehlian. Spectrum ini merupakan acuan dalam menyelenggarakan bidang studi atau program studi dan kompetensi keahlian di SMK. Dalam kurikulum SMK ini memiliki harapan memberikan potensi SMK untuk mandiri dan bertanggung jawab dalam mengembangkan program pembelajaran yang sesuia dengan kondisi dan kebutuhansetempat dengan tetap mengikuti standar yang telah di tetapkan secara nasional.

 
Gambar 1.1 bagan kerangka pemikiran

Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian yang di gunakan dalam mengkaji mengenai kesesuaian standar kualifikasi guru mata pelajaran produktif teknik ketenagalistrikan menurut spectrum keahlian pendidikan menengah kejuruan 2008 adalah metode kualitatif deskriptif yaitu pengamatan, wawancara, atau penelaahan dokumen.
Terkait dengan jenis penelitian tersebut, maka pendekatan penelitian bertumpu pada pendekatan fenomenologi, yakni pandangan berfikir yang menekankan pada fokus kepada pengalaman-pengalaman subjektif manusia. (lexy,2005:4) Dengan pendekatan inilah bahwa kesesuaian standar kualifikasi guru mata pelajaran produktif teknik ketenagalistrikan menurut Spectrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan 2008 di SMK bidang studi keahlian teknologi dan rekaya program studi keahlian teknik ketenagalistrikan wilayah Jakarta pusat ini dapat dideskripsikan secara teliti terlebih dahulu.
  
Prosedur Pengambilan Data


                                                                                                                                                                                                                                 
gambar 1.2. prosedur pengambilan data

Dalam penelitian ini, objek kajian yang di ambil dari guru-guru SMK yang ada di Jakarta. Inilah daftar sekolah yang menjadi objek kajian penelitian;

1.      SMK Negeri  1 Jakarta
2.      SMK Negeri  34 Jakarta
3.      SMK Muhammadiyah 1
4.      SMK Kampung Jawa
5.      SMK strada
6.      SMK Taman Siswa 2

Deskripsi Data

Data Yang Diambil Mengenai Hal :

·         jumlah sumber daya manusia guru mata pelajaran produktif
·         tingkat pendidikan,
·         beban mengajar,
·         kepemilikan sertifikasi profesi
·         sertifikat keahlian
·         sertifikat nonkeahlian

Jumlah Sumber Daya Manusia Guru Mata Pelajaran Produktif

Tabel 1.3 relevansi pendidikan guru SMK mata pelajaran produktif teknik ketenagalistrikan di wilayah Jakarta pusat


No
Relevansi pendidikan
Frekuensi
(f)
Prosentase
(%)
1.
Guru lulusan teknik elektro
25
96
2.
Guru lulusan bukan teknik elektro
1
4

jumlah
26
100

Dari tabel 1.3 dapat disimpulkan bahwa jumlah guru mata pelajaran produktif teknik ketenagalistrikan yang berasal dari lulusan pendidikan teknik elektro sebesar 96% dan guru yang mengajar mata pelajaran produktif teknik ketenagalistrikan yang berasal bukan dari pendidikan teknik elektro sebesar 4%

Tingkat Pendidikan

Tabel 1.4 daftar frekuensi tingkat pendidikan guru SMK mata pelajaran produktif listrik di wilayah Jakarta pusat

No
Tingkat pendidikan
Frekuensi
(f)
Prosentase
(%)
1
STM listrik
2
8
2
S1 pendidikan teknik elektro
21
80
3
S1 pendidikan nonteknik elektro
2
8
4
S2
1
4

jumlah
26
100

Dari tabel 1.4 dapat disimpulkan bahwa guru yang mengajar mata pelajaran produktif listrik yang ada di wilayah Jakarta pusat paling banyak atau sekitar 80% dari lulusan S1 pendidikan teknik elektro.
Beban Mengajar

Tabel 1.5 bebean mengajra guru SMK mata pelajaran produktif listrik di wilayah Jakarta pusat

No
Jumlah hari
Frekuensi
(f)
Prosentase
(%)
1
Kurang dari 4 hari
5
19
2
Lebih dari 4 hari
21
81

Jumlah
26
100

Dari dua puluh enam guru yang mengajar mata pelajaran produktif listrik, sebesar 19% adalah guru yang mengajar kurang dari 4 hari dan 81% guru yang mengajar lebih dari 4 hari.

Dari hasil penelitian di dapat kan hasil secara umum yang di paparkan dalam tabel 1.6
Tabel 1.6 Tingkat Kesesuaian Transkip Nilai Dan Sertfikat Keahlian secara umum dari seluruh aspek yang terdapat pada mata pelajaran program studi teknik ketenagalistrikan berdasarkan standar kompetensi spectrum 2008

STANDAR KOMPETENSI KEJURUAN TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SPEKTRUM 2008
TINGKAT KESESUAIAN KESELURUHAN RATA-RATA
1.      kompetensi kejuruan teknik pembangkit tenaga listrik.
 (BELUM SESUAI)
2.      kompetensi kejuruan keahlian teknik distribusi tenaga listrik.
 (BELUM SESUAI)
3.      kompetensi kejuruan keahlian teknik transmisi tenaga lstrik.
 (BELUM SESUAI)
4.      kompetensi kejuruan keahlian teknik instalasi tenaga listrik.
(SESUAI)
5.      kompetensi kejuruan keahlian teknik otomasi industri.
 (BELUM SESUAI)

Pembahasan Hasil Penelitian Pada Tiap Aspek
Relevansi Pendidikan

Dari 26 orang guru yang mengajar mata pelajaran prodiktif listrik di SMK wilayah Jakarta pusat, 25 orang guru atau 96% mempunyai relevansi pendidikan yang sesuai.

Beban Mengajar
Dari 26 guru yang mengajar mata pelajaran produktif listrik di SMK wilayah Jakarta pusat, beban mengajar 8 orang guru termasuk kategori sedang dan 18 orang guru termasuk dalam kategori tinggi.

Tingkat Kesesuaian Keahlian

Keahlian teknik pembangkit tenaga listrik

Sebagian kompetensi dasar dan standar kompetensi yang ada di kompetensi kejuruan program studi keahlian teknik pembangkit tenaga listrik belum terbekali dengan baik. Pengembangan keahlian guru terkait masih minimum sekali . hal ini di sebabkan kompetensi keahlian yang ada memerlukan alat yang memadai seprti generator, instrument-instrumen pembangkit seperti SCADA.

Keahlian teknik distribusi tenaga listrik

 Beberapa responden yang memeiliki bekal pemenuhan keahlian teknik distribusi tenaga listrik secara langsung dari mata kuliah pengukuran listrik, distribusi tegangan listrik dan instalasi tegangan. Sebagian kompetensi kejuruan dalam program studi keahlian teknik distribusi tegangan listrik belum terbekali dengan baik. Pengembangan keahlian guru terkait pemenuhan komptensi keahlian minimum sekali. Hal ini disebabkan karena kompetensi keahlian yang ada memerlukan praktek lapangan yang baik.

Keahlian teknik transmisi tenaga listrik

Beberapa responden sudah memiliki keterbekalan pada pendidikan tinngi. Tetapi pada pengembangan keterampilan responden terkaiat pemenuhan mata kompetensi keahlian masih minimum sekali. Hal ini disebabkan kompetensi keahlian ini memerlukan keahlian praktek lapangan yang baik sementara sedikit sekali lembaga pelatihan yeng memberikan kesempatan terkait dengan kompetensi keahlian teknik transmisi tenaga listrik. 

Kompetensi Teknik Instalasi Tenaga Listrik

Pemenuhan kompetensi yang ada pada spectrum kompetensi teknik instalasi listrik sudah sangat baik. Hal ini dapat terlihat dari keterbekalan responden tersebut dalam mata kuliah  yang ada dalam program studi teknik elektro arus kuat.

Keahlian Teknik Otomasi Industri

Pemenuhan kompetensi keahlian dapat dilihat dari keterbekalan  yang dimiliki para responden  dalam mata kuliah teknik elektro arus kuat maupun lembaga yang berlisensi. Ada beberapa responden yang memiliki keterbekalan yang berasal dari pendidikan tinggi jurusan teknik elektro arus lemah.
Seluruh Aspek

Semua SMK yang mempunyai program studi keahlian teknik ketenagalistrikan membuka kompetensi keahlian teknik instalasi tenaga listrik. Secara umum hanya kompetensi keahlian teknik tenaga listrik di semua SMK terbilang memenuhi sepektrum keahlian pendidikan. Padahal dalam spektrum keahlian pendidikan menengah kejuruan, kompetensi keahlian pendidikan untuk program studi teknik ketenagalistrikan bejumlah 5, yaitu :
·         teknik pembangkit tenaga listrik.
·         teknik distribusi tenaga listrik.
·         teknik transmisi tenaga listrik.
·         teknik instalasi tenaga listrik.
·         teknik otomasi industri.
Hal ini disebabkan oleh keterbatasan dalam menyiapkan alat-alat praktikum, maka teknik instalasi tenaga listrik menjadi sangat populer di SMK teknologi dan rekayasa tenaga program studi keahlian teknik ketenagalistrikan wilayah Jakarta pusat.

kesimpulan

·         pemenuhan keterbekalan keilmuan pada kompetensi keahlian yang ada di teknik ketenagalistrikan  kompetensi keahlian teknik instalasi tenaga listrik sebesar 80% telah sesuai dengan keterbekalan kompetensi keahlian yang didapat dari pendidikan tinggi atau pelatihan berlisensi yang diikuti sebagian guru yang mengajar di wilayah Jakarta pusata.
·         Dalam pemenuhan SK/SD spectrum keahlian di sekolah, memperhatikan kompetensi-kompetensi yang ada sehingga keahlian yang terdapat dalam spectrum bias dapat berjaln dengan pencapaian pemenuhan sudah terpenuhi.
·         Dalam pelaksanaan KTSP spectrum pemerintah masih belum bias memberikan informasi serta mefasilitasi para pengajar untuk bias mengembangkan keahlianya dalam pemenuhan SK/SD yang terdapat dalam KTSP spectrum.

Saran

Ø  hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan kepada pihak sekolah mengenai program studi keahlian ketenagalistrikan.
Ø  Perlu diadakanya kajian dan pelatihan lebih lanjut tentang keahlian guru agar dapat memenuhi SK/SD tentang program studi keahlian teknik ketenagalistrikan KTSP spectrum 2008 yang telah ditetapkan sebelumnya.
Ø  hasil penelitian bisa dijadikan wacana bagi lembaga pendidik dan tenaga kependidikan (LPTK) khususnya program studi teknik elektro dalam memberikan masukan kepada dunia pendidikan SMK khususnya dalam bidang ketenagalistrikan.

Daftar Pustaka

Direktorat Jendral Pendidikan Nasional.2009.Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru Dan Pengawas. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Fajri, Zul Dan Ratu Aprilia.2003.Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.
Moleong, Lexy J.2004.Metodologi Penelitian Kualitatif: Edisi Revisi.Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mudyaharjo, Reza.2008.Pengantar Pendidikan : Sebuah Studi Awal Tentang Dasar-Dasar Pendidikan Pada Umumnya Dan Pendidikan Di Indonesia.Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Undang-Undang Guru Dan Dosen.2009.Bandung: Focus Media.